PMI Meninggal Dunia
Pemulangan Jenazah Kadek Ari Butuh Waktu, PMI asal Jembrana Meninggal Dunia karena Sakit Komplikasi
Menurutnya, selain dari keluarga, kerabat serta teman sejawatnya di Jepang, pihak pemerintah juga berupaya maksimal membantu.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pemulangan jenazah PMI asal Jembrana, Ni Kadek Ari Dwi Riyandini (24) yang meninggal dunia di Jepang belum ada kepastian.
Sebab, saat ini masih dalam rangkaian proses termasuk penggalangan dana untuk biaya pemulangan. Saat ini, prosesnya masih dalam kewenangan pihak Jepang.
"Karena statusnya unprosedural, memang butuh waktu dan proses cukup lama," ungkap Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, Produktivitas dan Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, I Putu Agus Arimbawa saat dikonfirmasi, Kamis (12/6).
Menurutnya, selain dari keluarga, kerabat serta teman sejawatnya di Jepang, pihak pemerintah juga berupaya maksimal membantu.
Baca juga: KUR di Bali Nusra Capai Rp7,1 Triliun, Kemenkeu: Realisasi Penyaluran KUR Capai Rp110,1 Triliun
Baca juga: Kasus Penipuan & Penggelapan Perumahan di Buleleng Masuk Tahap Penyidikan, Sejumlah Saksi Diperiksa
Pimpinan daerah juga telah meminta kepada para ASN di lingkungan Pemkab Jembrana untuk menyisihkan sedikit penghasilan untuk membantu biaya pemulangan PMI asal Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana tersebut.
Disinggung mengenai apakah ada kemungkinan jenazah tak dipulangkan lalu dilakukan kremasi di Jepang? Agus menegaskan bahwa pihak keluarga, kerabat serta rekan-rekan PMI kita masih berupaya untuk proses pemulangannya.
"Keluarga masih tetap berharap jenazah dapat dipulangkan sesegera mungkin untuk selanjutnya dilakukan prosesi pengabenan (upacara secara Hindu)," tandasnya.
Sebelumnya, Puskor Hindunesia kembali melaksanakan misi kemanusiaan dharma untuk mengajar seluruh umat dan masyarakat Bali bergotong royong membantu pemulangan jenazah PMI meninggal dunia di Jepang, almarhumah Ni Kadek Ari Dwi Riyandini (24). Sebab, proses pemulangan Ni Kadek Ari ke Bali membutuhkan dana yang begitu besar.
Ketua Umum Puskor Hindunesia, Ida Bagus Ketut Susena menjelaskan, Puskor Hindunesia bekerja sama dengan Radhar ASOBI Japan dan Dekorsus Jepang Puskor Hindunesia membuka donasi guna membantu biaya pemulangan jenazah ke Bali, sebagai bentuk solidaritas dan rasa kemanusiaan.
Mengingat proses pemulangan jenazah sang Palatra, Ni Kadek Ari Dwi Riyandini, PMI asal Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkar Agung, Kecamatan Jembrana, telah berpulang di Jepang pekan lalu.
"Saat ini, proses pemulangan jenazah dari Jepang ke kampung halaman memerlukan dukungan dana yang besar. Kami mengajak seluruh relawan dharma untuk bergotong-royong membantu Semeton kita," ungkap Susena saat dikonfirmasi, Kamis (29/5) lalu.
Dia menekankan, mengajak seluruh masyarakat Bali untuk bersatu dalam spirit dharma. Membantu keluarga almarhumah agar bisa segera melakukan proses ngaben dan pengabenan sesuai dengan adat dan keyakinan yang dianut.
Punia atau bantuan dapat disalurkan melalui Puskor Hindunesia ke Nomor Rekening 2132-0100-0601-568. Konfirmasi Punia bisa dilakukan langsung ke petugas yang menangani.
"Bantuan sekecil apapun akan sangat berarti untuk menyempurnakan tugas suci pengembalian saudari kita ke pangkuan pertiwi," tandasnya. (mpa)
Sakit Parah
Untuk diketahui, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, Ni Kadek Ari Dwi Riyandini (24), meninggal dunia di Jepang akibat sakit komplikasi yang dideritanya Minggu (25/5) lalu.
PMI di Korsel Meninggal Akibat Kecelakaan Kerja, Pemerintah Bawa Pulang Jenazah dan Beri Santunan |
![]() |
---|
Belasan PMI Meninggal di Luar Negeri, Periode 2024 - Mei 2025, Pemkab Jembrana Ingatkan Hal Ini |
![]() |
---|
TEWAS Belasan PMI Jembrana di Luar, Periode Awal 2024 - Mei 2025, Pemerintah Ingatkan Legalisasi! |
![]() |
---|
Jenazah PMI Jembrana Bali Widiantari Tiba Malam Ini, Pemulangan Ditanggung Perusahaan dan Rekan |
![]() |
---|
STROKE Diderita Widiantari & Sempat Operasi, Pekerja Migran Asal Jembrana Meninggal di Kazakhstan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.