Berita Denpasar

Mulai Senin Besok, Perumda Denpasar Larang Pedagang Berjualan di Terminal Kreneng

Meski batas akhir telah ditetapkan pada Minggu (15/6/2025), sejumlah pedagang masih terlihat berjualan di Terminal Kreneng.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Putu Supartika
PARKIR PENUH – Ratusan motor tampak memenuhi halaman parkir di Terminal Kreneng, Denpasar, Minggu (15/5/2025). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meski batas akhir telah ditetapkan pada Minggu (15/6/2025), sejumlah pedagang masih terlihat berjualan di Terminal Kreneng.

Namun, Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar menegaskan bahwa mulai Senin, (16/5) seluruh pedagang wajib menghentikan aktivitas jualan di kawasan terminal.

Mereka diminta segera menempati kios yang telah disediakan di lantai 2 Pasar Kreneng.

Baca juga: Dua Laka Maut di Bali, Pelajar Tewas di Kolong Truk di Sidemen, Perempuan 38 Tahun Tewas di Tabanan

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata, menyampaikan bahwa total 77 pedagang telah menyatakan kesediaan untuk pindah dan seharusnya tidak lagi berjualan di area terminal sejak batas akhir yang ditentukan.

“Senin besok adalah hari terakhir. Terminal Kreneng harus kosong dan dikembalikan fungsinya, tidak boleh ada lagi aktivitas jual beli di sana,” katanya, Minggu, (15/6/2025).

Ia menambahkan bahwa para pedagang akan menempati kios lantai 2 Pasar Kreneng yang selama ini masih kosong.

Untuk mendukung proses relokasi ini, pihaknya telah melakukan perbaikan dan persiapan sarana pendukung selama beberapa pekan terakhir.

“Lantai 2 sudah siap ditempati. Kami sudah siapkan dari jauh hari agar para pedagang bisa langsung berjualan tanpa hambatan,” tegasnya.

Baca juga: BULE Nakal Hingga Alih Fungsi Lahan Jadi Pembahasan Raker Komisi II DPRD Badung!

Sebelumnya, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara telah menyampaikan bahwa penataan kembali Terminal Kreneng merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban dan estetika kawasan, mengingat kondisi terminal sempat semrawut karena aktivitas pedagang.

Namun, ia juga mengakui bahwa fungsi terminal kini tidak berjalan normal, seiring dengan menurunnya jumlah armada angkutan kota yang beroperasi. 

Oleh sebab itu, Pemkot Denpasar sedang mempertimbangkan alih fungsi terminal menjadi lahan parkir penunjang Pasar Kreneng.

“Angkutan kota sudah tidak diminati lagi. Jadi terminal bisa dimanfaatkan untuk parkir, karena saat ini lahan parkir timur menggunakan sempadan jalan,” jelas Jaya Negara. (sup)

 

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved