Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Distan Tabanan Tunggu Hasil Uji Lab Babi yang Mati Mendadak, Belum Bisa Beri Santunan ke Peternak

"Sebenarnya bukan ranah kita mendeklarasikan penyebab kematian babi. Dan yang berwenang untuk menyampaikan hasil uji labnya apakah itu disebabkan oleh

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Nyoman Budana. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Pertanian Tabanan hingga saat ini masih belum berani menyampaikan penyebab dari ratusan ekor babi yang mati di Kabupaten Tabanan.

Pihaknya menegaskan, penyebab dari kematian babi tersebut merupakan wewenang dari Kementrian Pertanian untuk menyampaikannya.

Tentunya menyampaikan dengan hasil uji laboratorium.

"Sebenarnya bukan ranah kita mendeklarasikan penyebab kematian babi. Dan yang berwenang untuk menyampaikan hasil uji labnya apakah itu disebabkan oleh penyakit A atau B tersebut adalah Menteri Pertanian."

PHRI Bangli Nilai Kenaikan Retribusi ke Kintamani Terlalu Tinggi

Jaga Harga Jelang Galungan, Badung Gelar Pasar Murah Jual Berbagai Kebutuhan Pokok

Meski Harga Naik Jelang Galungan, Bank Indonesia Sebut Inflasi Bali Januari 2020 Masih Terkendali

"Dan pada berita yang kemarin kemungkinan masih simpang siur, kemudian yang disampaikan adalah flu babi, sedangkan yang terindikasi adalah demam babi," kata Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Nyoman Budana, Kamis (6/2/2020).

Budana menjelaskan, sejumlah sampel yang diambil di beberapa wilayah di Tabanan dan lainnya juga sudah dikirim ke BB Veteriner Medan.

Namun hasil tersebut masih belum keluar.

Trilingual Picture Books, Proyek Buku yang Terinspirasi dari Bali

Terdapat 16 Kasus HIV/AIDS di Kecamatan Dawan, 1 Orang di Antaranya Meninggal Dunia

Tim UPP Saber Pungli Badung Gelar Sosialisasi Perda No 4 Tahun 2019

"Belum dikeluarkan hasilnya oleh BB Veteriner. Antara berita yang kemarin di provinsi masih simpang siur. Dalam artian yang berwenang menyampaikan itu adalah dari Menteri Pertanian," katanya lagi menegaskan.

Di kabupaten Tabanan, kata dia, langkah yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi terkait kesehatan hewan, terutama babi di sejumlah wilayah yang terdampak dari wabah kematian babi.

Tapi untuk pengadaan desinfektan belum bisa terealisasi sampai saat ini.

"Yang 1.200 desinfektan itu masih dibahas di tim anggaran. Tapi kita juga sudah bersurat ke tiga perusahaan pakan swasta di Tabanan terkait bantuan desinfektan ini. Dan salah satu perusahaan juga sudah menyanggupi untuk membantu, tapi jumlahnya belum diketahui pasti karena ada proses yang harus dilalui," katanya sembari menyebutkan kemungkinan akan menggunakan dana tak terduga.

Sewa Kios dan Los Pasar Badung Ditentukan Setelah KSP Tanda Tangan

Wabah Babi Mati Mendadak di Tabanan, Bagaimana Kelanjutan Pengadaan 1.200 Liter Disinfektan?

Disinggung terkait permintaan peternak agar pemerintah menyediakan asuransi babi, Budana menyampaikan untuk sementara dari program pemerintah baru menyasar sapi saja.

Jika memang ke depan memungkinkan kita akan perjuangkan menambah kuota dan jenis asuransi tersebut khususnya babi untuk mengantisipasi jika terjadinya wabah seperti ini nantinya.

"Kemungkinan masih ada, nanti kita akan mencoba jika nanti ada celah untuk hal tersebut," katanya.

Kemudian untuk pemberian santunan untuk peternak yang mengalami kerugian, Budana belum berani memastikannya.

Terima Peserta Aksi Tolak RUU Omnibus Law, Kadisnaker Bali: Saya Tidak Punya Kewenangan Untuk Itu

Pelecehan Seksual Sesama Jenis di Rutan Perempuan Klas IIA Bandung, Ini 6 Faktanya

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved