Berita Jembrana

Korban Banjir Bilukpoh Jembrana Keberatan Dipindah ke Penyaringan, Warga Sepakat Tak Direlokasi

banjir bandang di Jembrana, BPBD dan BPKAD Jembrana menggelar pertemuan dengan warga Desa Penyaringan dan Kelurahan Tegalcangkring

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Kondisi salah satu rumah yang terdampak banjir bandang di Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, belum lama ini - Korban Banjir Bilukpoh Jembrana Keberatan Dipindah ke Penyaringan, Warga Sepakat Tak Direlokasi 

"Sudah disepakati tadi bahwa semua yang diusulkan relokasi akan diusulkan menerima stimulan. Tinggal nanti memenuhi syarat dan menjalani prosedurnya," ungkapnya.

Kepala BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra menjelaskan, setelah melakukan sosialisasi ulang dan diajak meninjau lokasi, seluruh warga sepakat untuk tidak direlokasi karena berbagai alasan.

Pertama, lokasi lahan yang terjal dan curam dirasa tidak cocok oleh warga.

Kemudian jarak dan akses menuju lokasi juga cukup jauh.

Terakhir, terkait penghidupan. Warga yang terbiasa bekerja dari Bilukpoh Kangin akan merasa kesulitan jika tinggal di sana.

"Karena banyak pertimbangan, semua sudah sepakat untuk dialihkan menjadi penerima bantuan stimulan. Tinggal kita proses saja selanjutnya," kata Agus seusai pertemuan tersebut.

Dia menyebutkan, setelah disepakati warga akan melanjutkan proses pengurusan administrasi sebagai penerima bantuan stimulan.

Kemudian, tim dari provinsi bakal datang untuk mengecek tingkat kerusakaan dan segala hal lainnya.

Dan untuk berapa nilai yang akan diterima warga setiap KK akan dihitung berdasarkaan ketentuan.

"Nanti penghitungannya dari provinsi. Mereka kan langsung cek juga kesini," ungkapnya.

Disinggung mengenai adanya wacana zona merah untuk rumah di pinggir Sungai Bilukpoh tersebut, Agus menegaskan belum berlaku (zona merah) karena belum ada peraturan yang mengatur, misalnya Perda.

Selain itu, masih ada alternatif lain, seperti perbaikan jembatan atau normalisasi sungai.

"Zona merah kemarin itu kan diukur berdasarkan karena wilayah itu yang dilewati air bah. Tapi penyebab dari kejadian itu belum diukur kemarin," jelasnya.

Agus menegaskan, dengan adanya tambahan 32 KK penerima stimulan yang dialihkan dari usulan penerima relokasi, total usulan penerima stimulan menjadi 73 KK.

Sebelumnya, sudah ada 41 KK yang diusulkan memperoleh dana stimulan dengan kerusakan rumah kategori sedang dan berat akibat bencana alam.

"Intinya tidak ada penolakan. Tapi kemarin ada usulan oleh pemerintah untuk relokasi, ternyata setelah dicek lahannya, warga tidak cocok," tandasnya. (mpa)

Kumpulan Artikel Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved