Berita Jembrana

8 Desa di Jembrana Masuk Zona Tsunami, Gedung Evakuasi Tampung 6.000 Orang

BPBD Jembrana juga telah melakukan pemetaan jalur evakuasi dan titik kumpul meski hasilnya masih belum final. Ada beberapa lokasi yang digeser karena

pexels
Ilustrasi - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) survei lokasi rencana pembangunan tempat evakuasi sementara untuk penanganan awal ketika bencana tsunami. Lokasi yang cocok dan memungkinkan adalah lahan di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana. Selain Desa Perancak, BPBD Jembrana telah merilis tujuh desa pesisir di Jembrana yang rawan terkena dampak jika terjadi tsunami. Desa-desa tersebut adalah, Desa Air Kuning, Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana. 

TRIBUN-BALI.COM - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) survei lokasi rencana pembangunan tempat evakuasi sementara untuk penanganan awal ketika bencana tsunami. Lokasi yang cocok dan memungkinkan adalah lahan di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana.

Selain Desa Perancak, BPBD Jembrana telah merilis tujuh desa pesisir di Jembrana yang rawan terkena dampak jika terjadi tsunami. Desa-desa tersebut adalah, Desa Air Kuning, Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana.

Kemudian Desa Delod Berawah dan Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Selanjutnya ada Desa Tuwed di Kecamatan Melaya. Desa Banyubiru dan Desa Pengambengan di Kecamatan Negara. Sementara baru di Desa Perancak yang memungkinkan untuk dibangun tempat evakuasi.

"Kami (pemerintah dan desa) sempat komunikasi ternyata lahan tersebut milik desa adat. Nanti kami laporkan ke pimpinan untuk tindak lanjutnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Senin (1/5).

Baca juga: Proyek 36 Rumah Untuk KK Miskin Sudah Mulai, Anggaran Rp 3 Miliar Lebih, Berlokasi di Desa Sulang

Baca juga: Total Kerugian Dampak Bencana Rp 3,3 Miliar, Bangunan Tergerus Longsor Setelah Hujan Deras

Baca juga: Demam Berdarah Kembali Renggut Nyawa Bayi di Klungkung, Waspada Selama Cuaca Tidak Menentu 

Ilustrasi tsunami - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) survei lokasi rencana pembangunan tempat evakuasi sementara untuk penanganan awal ketika bencana tsunami. Lokasi yang cocok dan memungkinkan adalah lahan di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana.

Selain Desa Perancak, BPBD Jembrana telah merilis tujuh desa pesisir di Jembrana yang rawan terkena dampak jika terjadi tsunami. Desa-desa tersebut adalah, Desa Air Kuning, Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana.
Ilustrasi tsunami - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) survei lokasi rencana pembangunan tempat evakuasi sementara untuk penanganan awal ketika bencana tsunami. Lokasi yang cocok dan memungkinkan adalah lahan di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana. Selain Desa Perancak, BPBD Jembrana telah merilis tujuh desa pesisir di Jembrana yang rawan terkena dampak jika terjadi tsunami. Desa-desa tersebut adalah, Desa Air Kuning, Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana. ((scrivial.com))

Terkait kandidat lahan ini, perlu dikomunikasikan lagi dengan pihak Desa Adat Perancak. Tempat evakuasi sementara dibangun sebagai lokasi penyelamatan untuk warga yang saat terjadi tsunami. Tinggi bangunan mencapai 30 meter dengan daya tampung 6.000 orang lebih.

Putu Agus Artana menjelaskan, lahan evakuasi berada tak jauh di sebelah barat Pura Dalem Desa Adat Perancak. Lahan ini sangat potensial jadi tempat evakuasi sementara atau yang dia sebut TES. Selain strategis, lokasinya di pinggir jalan utama sehingga lebih mudah dijangkau.

Waktu yang ditempuh warga dengan berjalan kaki hanya 30 menit. Sedangkan terjangan air akibat tsunami diperkirakan mencapai 40 menit sampai ke pemukiman. Daya tampung sudah lebih besar dari jumlah penduduk setempat di kisaran 4.400 orang.

"Lokasinya strategis artinya bisa dijangkau dengan cepat oleh masyarakat. Ketika sampai di sana sudah aman karena bangunan tingginya 30 meter dan menampung 6.000 orang. Di sana (Perancak) lokasinya cocok dan memadai. Selama ini kami kesulitan mencari lahan," papar dia.

Di sisi lain, pembangunan gedung TES, kata dia, akan bermanfaat untuk masyarakat, desa dinas maupun adat. Kata dia, gedung ini akan memiliki dua tingkatan. Lantai atas dimanfaatkan ketika terjadi bencana dan lantai dasar bisa dimanfaatkan untuk seperti pasar, Bumdes dan sebagainya.

"Jadi nanti bisa dimanfaatkan. Bangunan itu digunakan saat ada bencana saja dan semoga bencana itu tidak terjadi di kemudian hari. Di bawahnya bisa dimanfaatkan desa ataupun masyarakat seperti untuk pasar ikan hingga Bumdes," tandasnya.

Jalur dan Titik Kumpul

BPBD Jembrana juga telah melakukan pemetaan jalur evakuasi dan titik kumpul meski hasilnya masih belum final. Ada beberapa lokasi yang digeser karena tidak memungkinkan sebagai jalur dan titik kumpul.

"Survei sudah lama dilakukan termasuk sudah menghitung jumlah orang yang terdampak. Berapa KK dan berapa jiwa. Sesuai survei itu kita lakukan pemetaan titik jalur evakuasi dan kumpulnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra.

Selain itu, kata dia, 160 papan jalur evakuasi telah diberikan oleh BNPB untuk enam desa yang sudah punya jalur evakuasi tetap. "Kami harap dengan pemetaan ini masyarakat yang masuk wilayah potensi tsunami bisa lebih sigap dan waspada terhadap bencana tsunami," harapnya. 

 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved