Berita Buleleng

USUL Giri Prasta Agar MRT Tembus Hingga ke Buleleng, Jadi Hanya 30 Menit Dari Bali Utara ke Badung

Nyoman Giri Prasta mengusulkan agar Buleleng bisa dilalui Moda Raya Terpadu atau yang akrab disebut MRT.

TRIBUN BALI/AGUS ARYANTA
BERI KETERANGAN - Nyoman Giri Prasta mengusulkan agar Buleleng bisa dilalui Moda Raya Terpadu atau yang akrab disebut MRT. Selama ini, kata dia, aksesibilitas masih menjadi kendala dalam perkembangan pariwisata di Bali Utara. 

TRIBUN-BALI.COM  - Nyoman Giri Prasta mengusulkan agar Buleleng bisa dilalui Moda Raya Terpadu atau yang akrab disebut MRT. Selama ini, kata dia, aksesibilitas masih menjadi kendala dalam perkembangan pariwisata di Bali Utara.

Hal tersebut diungkapkan Giri di sela-sela menghadiri acara pengabenan massal di Desa Tinga-tinga, Kecamatan Gerokgak, Jumat (6/9/). Calon wakil Gubernur Bali ini ingin agar subway atau MRT di Bali melintas hingga Bali Utara.

"Kami mau subway ini adalah MRT, bukan LRT. Artinya keindahan, keasrian, estetika, kami jaga melalui modernisasi ke bawah. Persoalan ini dilakukan Business to Business (B2B).

Sekarang ini sudah akan diambil oleh pemerintah Tiongkok dengan teknologi yang bagus sekali. Astungkara nanti di bulan Maret ke depan, alat-alat sudah ada di Bali, khususnya di Kabupaten Badung," kata Giri Prasta.

Bupati Badung ini mengatakan, pengadaan subway ini diawali dengan pembangunan terowongan besar di bawah tanah.

Baca juga: KASUS Landak Jawa! Keluarga Syok, Nyoman Sukena Diadili Gara-gara Pelihara, Nyoman Parta Bersuara

Baca juga: MEDIASI Tak Kunjung, Sengketa Lahan Sungai Surungan Pantai Lima, Desa Adat Pererenan Siap Gugat!

Ilustrasi LRT di Bali - Nyoman Giri Prasta mengusulkan agar Buleleng bisa dilalui Moda Raya Terpadu atau yang akrab disebut MRT. Selama ini, kata dia, aksesibilitas masih menjadi kendala dalam perkembangan pariwisata di Bali Utara.
Ilustrasi LRT di Bali - Nyoman Giri Prasta mengusulkan agar Buleleng bisa dilalui Moda Raya Terpadu atau yang akrab disebut MRT. Selama ini, kata dia, aksesibilitas masih menjadi kendala dalam perkembangan pariwisata di Bali Utara. (Tribun Bali/Dwi S)

Karena konsep pembangunan secara B2B, maka tidak menyentuh APBD Pemerintah Provinsi, Kabupaten atau Kota. "Harapan kami ini bukan hanya transportasi. Ini akan kami lakukan sampai ke properti sehingga ada aktivitas di bawah," ungkapnya.

Giri Prasta menjelaskan subway akan dibangun dalam empat fase. Kata dia, fase pertama dari Bandara Ngurah Rai hingga Cemagi.

Lalu fase kedua dari Bandara Ngurah Rai hingga Jimbaran, Universitas Udayana, Uluwatu, hingga Nusa Dua. Fase ketiga, dari Central Parkir Kuta hingga Sesetan dan Renon di Kota Denpasar. Terakhir fase keempat Renon hingga Sukawati dan Ubud di Kabupaten Gianyar.

"Kami akan masukkan dalam tatanan ini. Bila perlu nanti subway ini harus dari Bandara Ngurah Rai sampai ke Buleleng sehingga ada terowongan bawah tanah sampai ke Buleleng dan ketika kita melihat lembah, akan diadakan dengan tiang pancang. Dengan bore pile dia. Sehingga tidak ada halangan lagi," papar dia.

Dengan adanya MRT, kata dia, jarak tempuh dari Buleleng hingga Badung hanya membutuhkan waktu 15 hingga 30 menit. Jadi sekalipun masyarakat bekerja di Badung, masih memungkinkan tinggal di Buleleng.

"Sekarang melalui jalur darat, jarak tempuh dari Buleleng ke Badung membutuhkan waktu 2,5 jam. Dengan adanya subway jarak tempuh hanya 30 menit. Ini salah satu yang harus kita lakukan untuk mempercepat perputaran ekonomi," katanya.

Pembangunan subway hingga ke Buleleng merupakan program lanjutan karena subway tidak hanya soal Badung, namun Bali.

"Dengan adanya subway, tidak hanya mampu menciptakan lapangan pekerjaan namun juga menekan angka urbanisasi. Sebab sangat memungkinkan bagi masyarakat untuk pergi-pulang. Tentunya moda transportasi yang lebih murah dan cepat akan dipilih masyarakat," tandasnya. (mer)

 

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved