Berita Buleleng

MIRIS! Demi Bisa Mabuk & Judol, 6 Pelajar SMP Bobol Sejumlah Warung Kelontong di Buleleng

Polisi telah mengamankan enam orang yang merupakan pelaku. Mirisnya para pelaku masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

ISTIMEWA
Diamankan - Enam pelajar SMP di Buleleng, saat diamankan di Polsek Kubutambahan pada Minggu (23/2/2025). Para pelajar itu terlibat kasus pencurian di sejumlah tempat, yang hasilnya dimanfaatkan untuk minum minuman keras hingga judi online.  

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Aksi pencurian yang meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, akhirnya menemui titik terang.

Polisi telah mengamankan enam orang yang merupakan pelaku. Mirisnya para pelaku masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Terbongkarnya aksi meresahkan yang dilakukan enam pelajar SMP ini, berawal dari laporan pencurian yang terjadi pada hari Sabtu (22/2/2025).

Aksi pencurian itu menyasar warung milik Gusti Putu Luwih, yang berlokasi di Banjar Dinas Kaje Kangin, Desa/Kecamatan Kubutambahan. 

Baca juga: MENGAPA Bupati Badung & Wakil Bupati Belum Tempati Rumah Dinas? Akan Ada Dana Anggaran Rp5 Miliar

Baca juga: 3 NYAWA Melayang di Februari 2025, Kapolresta Denpasar Komen, Polda Bali Kumpulkan Bhabinkamtibmas!

Kapolsek Kubutambahan, AKP Kadek Robin Yohana mengungkapkan, pada saat kejadian pemilik warung baru pulang sembahyang pukul 22.30 WITA. Ketika hendak masuk ke rumah, wanita 58 tahun itu mendengar suara orang berlari dari dalam rumah dan melihat kunci gembok sudah berada di lantai. 

"Mendapati hal tersebut, korban bergegas masuk ke rumah. Dan mendapati situasi sudah berantakan. Ketika mengecek ke lemari, ternyata uang tunai senilai Rp5 juta serta perhiasan telah lenyap. Alhasil korban mengalami kerugian senilai Rp10 juta dan melapor ke Polsek Kubutambahan untuk penanganan lebih lanjut," jelasnya Rabu (26/2/2025). 

Dari laporan yang diterima, polisi segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Pada saat itu polisi mendapati satu sepeda motor pelaku yang tertinggal tidak jauh dari lokasi. 

"Dari situlah terungkap tiga orang pelaku. Mereka mengatakan merusak gembok di warung Gusti Putu Luwih menggunakan palu. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terungkap tiga orang pelaku lainnya. Jadi totalnya ada enam orang yang seluruhnya masih pelajar SMP," ungkapnya.

Diketahui, enam pelaku masing-masing berinisial GDAS (15), KS (16), KAS (15), GAS (15), GUSY (14) dan KDO (15). 

GDAS, KS, dan KAS, diamankan polisi pada 23 Februari 2025 pukul 02.00 WITA. Sedangkan GAS, GUSY, dan KDO diamankan pukul 10.30 WITA. "Para pelaku ini satu sekolah," ucapnya. 

Kepada polisi, enam pelajar SMP ini mengaku tidak hanya melakukan pencurian di wilayah Kecamatan Kubutambahan saja. Aksinya juga menyebar ke desa-desa tetangga. 

Setidaknya ada tujuh TKP pencurian. Sasarannya meliputi warung kelontong, counter handphone, hingga bengkel. 

Lokasinya meliputi warung di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan. Warung di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. counter handphone di Desa Kubutambahan.

Warung di areal kolam air sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan. Warung di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan.

Warung di Banjar Dinas Bangkah, Desa Pacung, Kecamatan Tejakuka dan bengkel di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved