Kapal Tenggelam di Gilimanuk

PELUKAN Sang Istri Lepas Saat Kapal Karam di Laut, Tangis Febriani Pecah Saat Lihat Jasadnya Membeku

KMP Tunu Pratama Jaya berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
TANGIS - Febriani tak kuasa menahan tangis setelah melihat jenazah istrinya bernama Cahyani, yang baru tiba di Posko ASDP Gilimanuk. Ia bersama istrinya menumpang KMP Tunu namun terpisah saat di laut. 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas) Bali, I Nyoman Sidakarya menyebut sejak menerima laporan kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya, pihaknya telah mengerahkan personel dari POS Jembrana. Para personel melakukan pencarian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan Rubber Boat.  

Untuk lebih memaksimalkan upaya pencarian, pihaknya akan melibatkan Helikopter Atang Sendjaja untuk mencari penumpang yang belum ditemukan dari udara. Tak hanya itu, Kantor Basarnas Bali juga akan mengerahkan satu kapal KN SAR Arjuna untuk membantu pencarian. “KN SAR Arjuna dan akan stay di sini (Selat Bali) melakukan pencarian,” ucapnya. 

Dalam pencarian penumpang yang belum ditemukan, Basarnas Bali melibatkan 53 personel gabungan. Lokasi pencarian akan menyasar arah selatan dari titik kejadian tepatnya di sekitar Pantai Pebuahan, Desa Banyu Biru, Kecamatan Negara, Jembrana. “Pertimbangannya karena angin dan arus air menuju ke selatan. Sedangkan kondisi cuaca saat ini, ombak sudah mulai naik,” imbuhnya.

Sidakarya berharap ada informasi dari masyarakat terutama nelayan mengenai keberadaan korban. “Mudah-mudahan korban yang belum ketemu terdampar di sana, sehingga semua bisa kita evaluasi,” harapnya. 

Sejak dini hari kemarin, operasi pencarian dan pertolongan telah dilakukan oleh tim gabungan dari unsur Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP, serta unsur terkait lainnya di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan.

Upaya pencarian terhadap penumpang lainnya masih terus dilakukan dengan dukungan armada laut dan tim penyelamat dari berbagai instansi terkait.  Proses evakuasi menghadapi tantangan berupa kondisi gelombang laut yang tinggi (2 hingga 2,5 meter), angin kencang, serta arus kuat di sekitar lokasi kejadian. (mer/zae)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved