TOPIK
Bencana Alam di Bali
-
Kalaksa BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra menyebutkan, pelaksanaan pemangkasan dan penebangan pohon perindang kali ini menyasar wilayah Melaya.
-
Dia menyebutkan, di Jembrana ada beberapa titik lokasi bencana alam yang didominasi oleh genangan air atau banjir.
-
Sempat dilakukan pencarian oleh warga sekitar, dan keduanya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
-
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menjelaskan longsoran terdiri dari tanah bercampur batu besar, menutup dua titik penting
-
Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar mencatat, jumlah kejadian seperti tanah longsor dan pohon tumbang.
-
Begitu juga dengan tanah longsor. Namun untuk tanah longsor, masih perlu diwaspadai, terutama di kawasan fasilitas umum.
-
Beruntung tidak ada korban jiwa pada bencana itu. Namun akibat longsor arus lalu lintas sempat terganggu, mengingat bongkahan gapura jatuh di tengah
-
Apalagi, sebelumnya di Jembrana sempat terdampak di tiga titik. Menurut informasi yang diperoleh, untuk wilayah perairan selatan Bali.
-
Akibatnya belasan warga terdampak. Air rob hingga masuk ke pemukiman warga. Bahkan beberapa warga diantaranya terpaksa pindah dari rumahnya di pesisir
-
Hujan deras mengguyur Kabupaten Karangasem, sejak siang hingga sore hari pada Selasa (27/5/2025) menyebabkan banjir bandang.
-
Pohon beringin yang diperkirakan berusia ratusan tahun itu tumbang hingga menimpa sejumlah bangunan di sekitarnya pada Minggu (25/5).
-
Hujan deras disertai angin kencang di wilayah Kabupaten Buleleng dalam tiga hari belakangan, mengakibatkan berbagai kerusakan bangunan milik masyaraka
-
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material yang dialami korban mencapai sekitar Rp30 Juta.
-
Berdasarkan pantauan di lapangan, derasnya aliran air hujan merusak pondasi dan menggerus dasar tembok, hingga akhirnya tidak mampu menahan tekanan
-
Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Bali, sejak tanggal 19 Maret hingga 22 Maret 2025, tercatat ada 36 dampak bencana yang tersebar
-
Adik korban, I Nyoman Dana mengungkapkan, saat kejadian kakaknya tersebut hendak pulang ke rumah setelah mencari pakan ternak di sawah.
-
Perbekel Desa Tianyar Barat I Ketut Karya mengatakan, awalnya saat angin kencamg roboh bangunan Meru Tumpang 11.
-
Dalam arahannya, Wabup Badung yang akrab disapa Gus Bota ini meminta bangunan yang rusak ini agar segera dibangun kembali.
-
awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Bali diprediksi baru akan datang pada bulan April mendatang.
-
Pemangku di Pura Watu Klotok, Jro Mangku Ketut Suantika mengatakan, musibah terjadi pada pukul 16.30 Wita.
-
bangunan Bale Pesandekan di Pura Pujut Gempel di Desa Kusamba juga ambruk rata dengan tanah.
-
Berdasarkan informasi Tribun Bali, musibah tersebut terjadi sekitar pukul 16.40 Wita.
-
Seorang warga Desa Tenganan, I Nengah Suari (56) meninggal dunia setelah tertimpa tiang listrik di Jalan Raya Banjar Adat Gumung, Desa Tenganan
-
Bangunan yang roboh terletak di madya mandala pura. Puyasa menuturkan, Rabu (19/3) sore angin sangat kencang di pesisir Watu Klotok.
-
Hujan deras diserai angin kencang dari selatan, menyebabkan beberapa bangunan di pura yang berlokasi di pesisir pantai itu roboh.
-
Proses evakuasi pohon tumbang dimulai pada pukul 16.00 WITA, dan berhasil diselesaikan dalam waktu 20 menit.
-
Informasi mengenai insiden ini pertama kali diterima oleh BPBD Kabupaten Karangasem dari Kepala Wilayah Telugtug
-
Proses evakuasi melibatkan petugas BPBD Kabupaten Gianyar serta seorang personel TNI.
-
pohon tumbang tersebut mengakibatkan kabel PLN roboh dan melintang ke badan jalan
-
Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat, ada 25,58 hektar lahan sawah yang terdampak cuaca ekstrem selama Januari hingga Februari 2025.