Berita Jembrana

Pemkab Jembrana Tutup Akses Pembeli ke Pasar Umum Negara, 600 Pedagang Belum ke Tempat Relokasi

Suasana pasar relokasi di areal parkir Kantor Bupati Jembrana tampak sepi, Minggu (20//8). Padahal kemarin adalah hari terakhir relokasi.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana pasar relokasi di areal parkir Kantor Bupati Jembrana tampak sepi, Minggu (20//8). Padahal kemarin adalah hari terakhir relokasi. Hanya 59 dari 600 pedagang yang baru pindah. Pemkab Jembrana tetap bakal menjalankan prosedur. Hari ini, akses pasar untuk pembeli akan ditutup. Hal itu dilakukan sembari melakukan komunikasi terhadap para pedagang yang belum mau pindah. 

TRIBUN-BALI.COM - Suasana pasar relokasi di areal parkir Kantor Bupati Jembrana tampak sepi, Minggu (20//8). Padahal kemarin adalah hari terakhir relokasi. Hanya 59 dari 600 pedagang yang baru pindah.

Pemkab Jembrana tetap bakal menjalankan prosedur. Hari ini, akses pasar untuk pembeli akan ditutup. Hal itu dilakukan sembari melakukan komunikasi terhadap para pedagang yang belum mau pindah.

"Hari ini (kemarin) hari terakhir relokasi, tapi belum signifikan. Hanya 59 pedagang yang sudah pindah ke dua tempat relokasi ataupun secara swadaya," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata.

Kata dia, tetap melakukan upaya-upaya komunikasi secara persuasif agar mereka mau pindah sebelum dilakukan pembongkaran. Sebab besok penentuan pemenang tender proyek revitalisasi Pasar Umum Negara bakal diumumkan.

Setelahnya, proses pembongkaran bangunan bakal dimulai. "Tapi yang jelas mulai besok (hari ini), akses ke pasar untuk pembeli resmi ditutup. Selanjutnya kami lakukan secara persuasif (pendekatan)," ungkapnya.

Baca juga: Penjara di Karangasem Sudah Penuh! Makin Sesak Setelah Kedatangan Napi Kerobokan

Baca juga: CLOSED! Turis Tak Boleh Masuk Selama Piodalan Padudusan Agung Pura Goa Lawah, Bisa Lihat Dari Jaba

Baca juga: Alas Kedaton Ditinggal Kelelawar dan Turis,15 Tahun Lalu Populer, Kini 150 Wisatawan Sehari

Kios yang dibangun pemerintah untuk tempat relokasi pedagang Pasar Umum Negara (PUN) masih tertutup rapat dan sepi di akhir waktu proses relokasi, Minggu 20 Agustus 2023.
Kios yang dibangun pemerintah untuk tempat relokasi pedagang Pasar Umum Negara (PUN) masih tertutup rapat dan sepi di akhir waktu proses relokasi, Minggu 20 Agustus 2023. (Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan)

Namu kalau masih enggan pindah, para pedagang bakal diberikan peringatan secara bertahap. "Ya tentunya kami sesuai prosedur, akan diberikan peringatan dulu ditambah komunikasi secara persuasif. Kemungkinan waktu hingga akhir Agustus ini," tandasnya.

Sejatinya para pedagang menolak rencana proyek revitalisasi Pasar Umum Negara. Mereka yakin pasar baru yang modern justru menurunkan geliat jual beli. Kata pedagang, banyak pasar tradisional yang berubah jadi pasar modern namun justru masih sepi.

Pedagang Pasar Umum Negara mulai pindah ke tempat relokasi di areal parkir kantor Bupati Jembrana, Senin (14/8). Karena ukuran kios yang tidak memadai, pedagang terpaksa meninggal separuh stok dagangan mereka di rumah.

Ternyata tempat relokasi juga tak seperti yang mereka harapkan. Baru sehari menempati kios di pasar relokasi, pedagang sudah mengeluh. Siang hari, suhu di dalam kios begitu panas. Ini karena bangunan yang kecil serta atap yang tidak terlalu tinggi. Mereka sampai membawa kipas angin.

Namun untungnya, masih ada fasilitas yang didapat seperti air, listrik dan bebas dari biaya retribusi. "Selama relokasi listrik dan air gratis. Kemudian tidak ada retribusi. Sebelumnya atau selama masa persiapan relokasi juga tidak dikenakan retribusi," kata seorang pedagang. (mpa)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved